Jakarta, 01 November 2010
PT Bank Central Asia Tbk Membiayai Proyek Energi Terbarukan, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Berbahan Bakar Cangkang Kelapa Sawit
Jakarta, 28 Oktober 2010. Sebagai bagian dari komitmen untuk pengembangan energi terbarukan (renewable energy) dan ramah lingkungan di Indonesia, BCA memberikan fasilitas pembiayaan senilai Rp 150 Miliar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) biomass dengan bahan bakar 2 x 15 MW yang dikembangkan oleh PT. Growth Sumatra Industry (GSI), di Medan, Sumatera Utara. Perjanjian kredit pembiayaan tersebut ditandatangani oleh Direktur BCA, Dhalia M. Ariotedjo, dan Chairman of Growth Steel Group, Fajar Suhendra, disaksikan langsung oleh Direktur Operasi PLN Indonesia Barat Harry Jaya Pahlawan dan General Manager PLN Wilayah Sumatera Utara Denny Pranoto.
PLTU ini menggunakan campuran dari berbagai alternatif pasokan bahan bakar antara lain cangkang kelapa sawit sebagai bahan baku utama, janjang kosong kelapa sawit, serpihan kayu dan serbuk gergaji. Listrik yang dihasilkan dari PLTU tersebut digunakan oleh GSI dan sisanya dijual kepada PLN (excess power). Dengan skema pembiayaan ini, dimungkinkan bagi GSI untuk melakukan ekspansi sesuai rencananya dengan membangun 2 PLTU biomass lainnya. GSI sendiri adalah pabrik baja terkemuka yang berdiri sejak tahun 1969 di Medan dimana untuk operasionalnya sangat membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar.Setelah menyumbangkan 2.000 pohon untuk menghijaukan kembali area Hutan Lindung Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, BCA kembali membuktikan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan pembiayaan tersebut. Proyek PLTU biomass 2 x 15 MW ini akan mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 65.000 ton CO2 per tahun. BCA menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk kelangsungan hidup generasi penerus, selain dari pemenuhan parameter-parameter dari segi kelayakan pembiayaan. Dalam pertimbangan proyek ini, BCA juga mendapat konsultasi teknis dalam hal kajian jenis pasokan bahan bakar dari ECO-Asia, program yang didanai USAID. Konsistensi BCA dalam menjalankan komitmen ramah lingkungan ini juga akan seiring dengan himbauan Bank Indonesia tentang green banking yang aturannya akan segera terbit.
Tentang PT Bank Central Asia Tbk (per 30 September 2010) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia. BCA memiliki lebih dari 9 juta rekening nasabah yang dilayani oleh 900 cabang, 6.948 ATM di seluruh Indonesia dan lebih dari 100.000 EDC (electronic data capture).
Per September 2010, kredit korporasi BCA meningkat sebesar 17,1% YoY dari sekitar Rp 44,37 triliun pada September 2009 menjadi Rp 51,96 triliun. Rasio kredit bermasalah (NPL) BCA berada pada tingkat yang cukup rendah, yakni 0,8%
Sumber:
http://www.bca.co.id/id/about/hubungan-media/2010_nov_01_komitmen_bca_terhadap_lingkungan/2010_nov_01_komitmen_bca_terhadap_lingkungan.jsp
Tidak ada komentar:
Posting Komentar