BCA dan Bank Mandiri dalam dua hingga tiga tahun berturut-turut memang masih menjadi yang terbaik dalam survei loyalitas nasabah kartu kredit. Namun, keduanya tidak bisa melupakan para pesaing yang mungkin saja dapat menjadi ancaman ke depan.Apriyani KurniasihMenurut data Bank Indonesia (BI), jumlah kartu kredit yang beredar di masyarakat terus meningkat dari 12.130.413 kartu pada Oktober 2009 menjadi 13.220.119 kartu pada Oktober 2010.
Volume transaksi tunai mencapai 358.258 dengan nilai Rp378,16 miliar, sementara volume transaksi belanja mencapai 15.844.504 dengan nilai Rp13,50 triliun.
Angka yang tentu masih sangat tinggi dan menyimpan potensi fee based income yang gurih bagi bank penerbit kartu. Biasanya nasabah tidak hanya memiliki satu kartu dalam dompetnya. Karenanya, kompetisi memperebutkan loyalitas nasabah agar menggunakan kartu dari bank penerbit pun semakin ketat.Jika sekitar lima tahun lalu, bank asing masih menjadi penguasa pasar kartu kredit, kondisinya kini mulai bergeser. Bank lokal mulai merebut tahta yang diduduki bank asing dalam hal pasar kartu kredit.
Dilihat dari jumlah kartu yang beredar, Bank Central Asia (BCA) menjadi penguasa pangsa terbesar di antara bank penerbit kartu kredit lain.
Sampai September 2010, jumlah kartu kredit BCA yang beredar mencapai 2,10 juta kartu atau dengan pangsa mencapai 16,08%.
Penguasa pangsa terbesar kedua dilihat dari jumlah kartu yang beredar juga masih dipegang bank lokal, yakni Bank Mandiri. Pada periode yang sama, jumlah kartu kredit Bank Mandiri yang beredar mencapai 1,87 juta kartu dengan pangsa mencapai 14,31%. Selain BCA dan Bank Mandiri, masih banyak bank lokal penerbit kartu kredit yang lain. Sebut saja Bank Negara Indonesia (BNI), Bank CIMB Niaga, Bank Mega, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).Sampai Juni 2010, jumlah kartu kredit BNI yang beredar mencapai 1,69 juta kartu, sementara kartu kredit Bank Mega yang beredar sampai dengan Desember 2009 telah mencapai 651 ribu kartu. Bahkan, BRI yang terbilang baru merambah bisnis ini telah sukses mengedarkan sekitar 370 kartu per Maret 2010. Bagaimana dengan Citibank yang selama ini menjadi penguasa pangsa kartu kredit? Sampai dengan Maret 2010, jumlah kartu kredit Citibank yang beredar mencapai 1,70 juta.
Namun, jika dilihat dari outstanding kartu kredit, bank ini masih menjadi penguasa pasar dengan pangsa mencapai 24,51%. Total outstanding kartu kredit Citibank sampai dengan Desember 2009 saja sudah mencapai Rp7,88 triliun.
Total outstanding yang dicapai BCA hingga September 2010 mencapai Rp4,64 triliun dengan pangsa 14,43% atau tumbuh 19,28% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Bagaimana dengan Bank Mandiri? Dengan jumlah outstanding kartu kredit mencapai Rp3,38 triliun sampai dengan September 2010, pangsa kartu kredit Bank Mandiri sudah mencapai 10,50%. Sebagai catatan, total outstanding kartu kredit bank umum sampai dengan Agustus 2010 sudah mencapai Rp32,13 triliun. Hal itu berbanding lurus dengan kinerja kartu kredit yang ditorehkan tiap penerbit kartu. Demikian pula nilai yang didapat Bank Mandiri dalam survei loyalitas nasabah kartu kredit yang dilakukan Majalah Infobank bekerja sama dengan MarkPlus Insight.
Dalam survei bertajuk Indonesian Banking Loyalty Index (IBLI) 2011, Bank Mandiri kembali menjadi jawara dengan meraih angka tertinggi untuk customer loyalty index 2011 sebesar 74,9%. Posisi kedua diduduki BCA dengan selisih nilai sangat tipis dengan Bank Mandiri, yakni sebesar 74,8%. Perubahan terjadi di posisi ketiga, keempat, dan kelima. Posisi ketiga ditempati BNI yang tahun lalu hanya berada di posisi keenam. BII naik satu tingkat dari posisi kelima tahun lalu ke posisi keempat. Kejutan diperlihatkan BRI yang melompat cukup jauh dari posisi ke-10 tahun lalu ke posisi kelima.
Citibank yang pada 2009 berada di puncak dalam survei loyalitas nasabah prestasinya terus menurun. Pada tahun ini Citibank turun ke peringkat keenam.
Bank asing lain yang juga populer dalam bisnis kartu kredit, yakni The Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC), nasibnya tak jauh berbeda dengan Citibank. HSBC yang meraup nilai 72,2% ini posisinya kembali turun dari posisi keempat tahun lalu menjadi posisi kesembilan. Kelihaian Bank Mandiri memperbiki program dan pelayanan maupun kecerdikannya memberikan nilai tambah dalam produk kartu kreditnya membuat bank ini semakin dicintai nasabah.
Tingkat loyalitas nasabah bank yang kini dipimpin Zulkifli Zaini ini pun trennya terus meningkat. Dalam survei kali ini, Bank Mandiri tampil menjadi yang terbaik dalam beberapa kriteria penilaian.
Dalam kriteria customer saticfaction index, posisi Bank Mandiri meningkat, dari posisi kedua menjadi posisi pertama. Kondisi yang sama juga terjadi dalam kriteria customer transaction index, dari posisi kedua ke posisi pertama.
Dalam customer partnership index, Bank Mandiri bahkan mampu mempertahankan prestasinya, yaitu masih yang terbaik sama seperti tahun lalu. Namun, dalam kriteria customer relationship index, BCA yang meraih nilai terbaik. Untuk kriteria penilaian ini, Bank Mandiri berada di bawah BCA dengan selisih nilai yang sangat tipis, yaitu 0,5%.BCA dan Bank Mandiri dalam dua hingga tiga tahun berturut-turut memang masih menjadi yang terbaik dalam survei loyalitas nasabah kartu kredit. Namun, keduanya tidak bisa melupakan para pesaing yang mungkin saja dapat menjadi ancaman ke depan.
Perlu diketahui, BNI dan BRI kini mulai gigih mengembangkan produk, fitur, dan pelayanan serta terobosan dalam mengembangkan bisnis kartu kredit.
Tahun ini selisih nilai yang diraih BNI dengan Bank Mandiri hanya 0,3%, sementara dengan BCA hanya terpaut 0,2%. Jika BNI dengan sigap dapat mengejar ketertinggalannya, bukan tidak mungkin BNI akan menjadi pesaing yang patut diwapadai oleh Bank Mandiri dan BCA.
Posisi Bank Mandiri yang kini di puncak dalam hal loyalitas nasabah juga bisa direbut kapan saja oleh bank lain. BCA yang nilainya hanya terpaut 0,1% dari Bank Mandiri menjadi pesaing yang sangat layak diperhitungkan.
Sumber:
http://www.infobanknews.com/2011/02/bca-bayangi-mandiri-dalam-loyalitas-nasabah-kartu-kredit-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar