Daur Hidup Produk Bank Bca
Setiap produk baru yang diluncurkan bank BCA melewati suatu daur hidup produk dengan
berbagai persoalan dan peluang yang berubah-ubah. Riwayat suatu penjualan dari
kebanyakan produk mencakup empat tahap :
Ø
Tahap Perkenalan
Ø
Tahap Pertumbuhan (growth)
Ø
Tahap Kedewasaan (maturity)
Ø
Tahap Kemunduran (decline)
Konsep daur hidup
bisa dimanfaatkan oleh manajer perusahaan bank BCA agar bisa memahami dinamika
produk dan pasar. Manfaat sesungguhnya bisa beragam tergantung dari situasi
pengambilan keputusan. Sebagai alat perencanaan, konsep daur hidup produk bisa
membantu memperjelas tantangan-tantangan pemasaran pada setiap tahap dan
alternative strategi apa saja yang bisa digunakan perusahaan. Sebagai alat
pengendalian, konsep ini membantu perusahaan dalam membandingkan prestasi
dengan produksi sejenis dimasa lalu.
Sebenarnya pola daur
hidup produk adalah selalu berubah-rubah, karena sulit menduga lamanya suatu
tahap dan para manajer sendiri sering tidak bisa memastikan pada tahap apa
produk mereka saat ini berada. Suatu produk mungkin kelihatannya mencapai tahap
kedewasaan, padahal hanya mencapai saat mendatar pada tahap pertumbuhan untuk
sementara sebelum menaiknya kurva untuk kedua kalinya. Pola daur hidup
merupakan alat strategi pemasaran, bukan seperti siklus hidup organism yang
alami dan pasti. Pola daur hidup menjadi akibat dari berbagai strategi
pemasaran yang telah ditentukan perusahaan. Jika penjualan suatu produk
menurun, manajer jangan segera mengambil kesimpulan bahwa produk sudah jelas
masuk ke tahap kemunduran, karena masih dimungkinkan diambil langkah-langkah
strategi pemasaran untuk menaikkan kembali penjualan.
Tingkat
Kepentingan dan Kinerja Layanan
·
Kepentingan
dan Kinerja
Sebagaimana dijelaskan, didapat tiga kelompok
nasabah prioritas yaitu individu, pinjaman, dan kemitraan. Ketiga kelompok ini
mempunyai dua sisi atas atribut pemasaran yaitu kepentingan dan kinerja
pelayanan. Bilamana kinerja melebihi tingkat kepentingan sesungguhnya
perusahaan sudah memberikan pelayanan yang efektif kepada pelanggan. Sebaliknya
bila kinerja lebih rendah dari kepentingan maka perusahaan harus memperbaiki
pelayanan tersebut.
Informasi ringkas kepentingan dan kinerja untuk
masing-masing jenis nasabah adalah sebagai berikut.
1) Nasabah
Individu: Melihat kepentingan individu atas atribut bauran pemasaran terlihat
dua atribut tertinggi adalah bukti fisik dan proses sementara dua terendah
adalah harga dan promosi. Selanjutnya bila dilihat pada kinerja dua atribut
tertinggi adalah tempat dan bukti fisik sementara yang terendah adalah harga
dan promosi.
2)
Nasabah
Pinjaman. Untuk kepentingan dua atribut tertinggi bagi nasabah pinjaman adalah
orang dan bukti fisik sementara terendah adalah harga dan produk. Untuk kinerja dua tertinggi adalah tempat dan bukti fisik dan dua terendah
adalah harga dan promosi.
3) Nasabah Kemitraan. Dua atribut tertinggi untuk kepentingan adalah orang
dan proses sementara terendah adalah
harga dan produk. Untuk kinerja
dua tertinggi adalah tempat dan bukti fisik sementara terendah adalah produk dan proses.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar