Di era less cash society, smart card merupakan salah satu sarana bertransaksi. Orang tidak lagi banyak mengantongi uang tunai tetapi sudah menggunakan berbagai jenis smart card untuk bisa berbelanja di super market, membeli bahan bakar minyak (BBM), membeli pulsa, hingga membayar tarif tol, tanpa harus menggunakan uang tunai. Perbankan kini memang sedang giat meluncurkan kartu yang juga disebut micropayment atau prepaidini.Begitu pula dengan Bank Central Asia (BCA). BCA mengawali bisnis electronic money (e-money)-nya pada tahun 2008, bertepatan dengan ulang tahun yang ke-50, dengan mulai memperkenalkan kartu Flazz. Kartu Flazz adalah alat pembayaran elektronis yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi berjumlah kecil. Per April 2010, Bank Central Asia mendapatkan peringkat tertinggi dalam bidang penguasaan industri e-moneyatau uang elektronik dengan pangsa pasar sebesar 46%.
Bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) Depok, BCA mengadakan Lomba Penulisan (Presentasi) Case Study Flazz dengan tema FLAZZ BCA Card : Heading for a Less Cash Society. Dan dalam 4th Master Journey in Management (MJM) ini membedah Flazz dari BCA. Final lomba dilaksanakan tanggal 7 Juli 2011 di Auditorium FE UI, Depok.
Menurut Fasli Jalal, Wakil Mendiknas, kompetisi case study dan penelitian seperti yang dilakukan para mahasiswa ini sebenarnya merupakan hal positif. Sayangnya di Indonesia masih terkendala pada dua hal yaitu masalah paten dan minimnya publikasi dalam jurnal-jurnal, lanjutnya. Saat ini,menurutFasli, hanya 1,8 artikel per 1 juta penduduk di Indonesia. Forum seperti ini harus kita rawat terus kemudian kita kembangkan, apalagi dengan adanya dukungan pihak swasta “ ujar Wakil Mendiknas, dalam sambutannya di acara penutupan kompetisi.
Studi kasus BCA membahas mengenai bagaimana perusahaan merancang, menetapkan dan mengimplementasikan strategi pemasaran Kartu Flazz BCA yang tepat sasaran dan memiliki daya saing tinggi di tengah kondisi pasar yang kompetitif akan sangat bermanfaat bagi kalangan akademisi.Studi kasus BCA memberikan peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk dapat terlibat secara langsung dalam proses pengembangan strategi pemasaran produk perbankan. Dalam kompetisi ini, Tim Magister Management, Universitas Gajah Mada (MM UGM) dengan judul penelitian “ It’s my flazz-ure” berhasil meraih peringkat pertama.Kartu Flazz berhasil menjadikan BCA sebagai market driving dan berhasil mengedukasi pasar kartu pra bayar di Indonesia. Beberapa keunggulan yang ditawarkan produk kartu Flazz antara lain tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah yang banyak, mudah dalam melakukan top-up (isi ulang), tidak ada minimum biaya transaksi serta diskon-diskon penawaran dari kartu Flazz.
sumber:
http://www.tempo.co/beritaBCA/84/Kompetisi-Strategi-Pemasaran-Kartu-Flazz
Kemarin saya membeli kartu Flazz BCA di salah satu stasiun sebagai pengganti Kartu Multitrip. Katanya bisa juga digunakan di merchant lain seperti Alfamart dan Indomart.
BalasHapus1. Apakah benar bisa digunakan di tempat seperti itu?
2. Apakah Flazz BCA memang tidak memerlukan PIN atau semacamnya saat bertransaksi dimanapun?
3. Bagaimana cara atau proses penggunaannya?
Mohon penjelasannya kalau Anda mengerti. Saya mau coba pakai di Alfamart atau Indomart tapi masih ragu.
Terima kasih banyak.