Senin, 30 September 2013

Bauran Pemasaran Bank BCA


Bauran Pemasaran Bank Bca 
1.      Produk
Produk utama Bank BCA  adalah produk Tabungan, Giro dan Rekening Demang.Produk lainnya adalah Home pinjaman, pinjaman pribadi, Asuransi, Kartu Kredit, dll
Untuk pemasaran lebih baik dari produk, produk tersebut diklasifikasikan dalam Bank BCA. Produk di bawah Bank BCA adalah
Ø  Tabungan
Ø  Rekening berjalan
Ø  Forex Departemen
Ø  Gaji Account
Ø  Produk di bawah Penjualan Axis adalah
Ø  Depan pinjaman
Ø  Pribadi pinjaman,
Ø  Demang Rekening
2.      Harga
Harga produk tergantung pada layanan yang diberikan oleh Bank BCA pada produk masing-masing kepada pelanggan. Perubahan harga rinci dari waktu ke waktu dan hal yang sama dapat ditemukan di situs web bank BCA 
3.      Tempat
Tempat memainkan peran penting dalam penawaran layanan tangibilizing.Kualitas layanan yang dirasakan oleh banyak pelanggan dalam bentuk tempat pengiriman-lokasional banding, interior, suasana, dll Jika sebuah bank terletak di sebuah pasar yang ramai tempat atau lokasi akan menjadi negatif tangibilizes.Memberikan bukti fisik yang sangat baik dalam bentuk tempat atau lokasi dan interior sangat penting untuk menarik bagi segmen pelanggan 
4.      Promosi
Promosi dapat tangibilize jasa dalam bentuk yang berbeda: 
Ø  Visualisasi 
Ø  Asosiasi 
Ø  Fisik representasi 
Ø  Dokumentasi.
Visualisasi tangibilizes jasa melalui kampanye hoardings, TV dan cetak atau iklan. Representasi fisik dalam jasa memiliki daya tarik promosi yang baik untuk pelanggan seperti penggunaan warna untuk melambangkan kemakmuran dan status. Penyedia layanan menggunakan dokumentasi dalam promosi mereka untuk mendukung klaim mereka untuk ketergantungan, popularitas dan daya tanggap 
5.      Orang
Orang adalah faktor umum dalam setiap layanan. Dan orang-orang tangibilize jasa. Orang baik (berarti kinerja baik) membuat layanan yang baik atau sukses.Berkinerja buruk memberikan layanan buruk. 
6.      Proses
Pelanggan didefinisikan proses bisnis-Proses inovasi dan terus menerus meningkatkan-pemerintah melalui keterlibatan orang.Hasil pendekatan berorientasi-Setiap proses telah dirancang dengan terlebih dahulu merencanakan hasil yang diinginkan.
Bank BCA  terus mengambil inisiatif untuk menawarkan yang terbaik dalam pelayanan kelas yang berusaha untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. 
7.      Bukti Fisik
Kurangi penggunaan kertas-Karena inovasi teknologi seperti penggunaan perangkat lunak Finacle untuk solusi core banking.Ini telah memposisikan diri sebagai bank yang memberikan standar yang lebih tinggi dari layanan melalui inovasi produk.Memenuhi kebutuhan yang beragam dari nasabah individual dan korporasi. Ini adalah customer centric, dan berorientasi layanan.

Minggu, 29 September 2013

kasus: Manajemen Bank BCA Klarifikasi Kasus Pajak

Gerah dengan berbagai pemberitaan yang menyudutkan, manajemen Bank BCA akhirnya buka suara. Bank BCA membantah telah memperoleh perlakuan khusus dari pemerintah berupa keringanan pajak atas penjualan kredit bermasalahnya pada 1998 silam.


Bantahan itu disampaikan oleh Direktur Keuangan BCA Jahja Setiaadmadja. Ia menegaskan bahwa penjualan restrukturisasi kredit BCA pada 1998 silam telah memiliki dasar hukum yang kuat, yakni tax loss carry forward selama 5 tahun sejak 1998-2003.

Setelah itu pada 2004, 2005 dan 2006 kita sudah melakukan pembayaran pajak badan sebesar 30 persen dari laba bersih perseroan. Jadi tidak ada perlakuan khusus bagi kita. Kita membayar pajak sesuai peraturan, jelas Jahja, usai RUPS Bank BCA di Jakarta, Selasa (15/5).
Rinciannya, pajak badan yang telah dibayar Bank BCA pada 2004 sebesar Rp 1,373 triliun, pada 2005 sebesar Rp 1,450 triliun dan pada 2006 sebesar Rp 1,891 triliun.

Menikmati Kompensasi Kerugian
Kegerahan manajemen Bank BCA berawal dari munculnya pemberitaan di beberapa media massa terbitan ibukota. Salah satu yang paling dirasa 'mencekam' pihak manajemen Bank BCA tatkala muncul berita di Harian Rakyat Merdeka bertajuk 'BCA Terancam Dilikuidasi' medio 3 Mei lalu.

Dalam harian itu disebutkan bahwa Bank BCA diduga telah melakukan penggelapan pajak atas transaksi penjualan kredit bermasalah. Akibat aksi ini ditengarai negara mengalami kerugian sebesar Rp 5,5 triliun dalam tiga tahun.

Kasus ini dipicu setelah muncul kebijakan dari Dirjen Pajak Hadi Purnomo pada 2004 lalu. Kala itu, Hadi menyetujui permohonan Bank BCA untuk mengesahkan transaksi penjualan triliunan rupiah kredit bermasalah dengan harga Rp 10 juta saja.

Selain melakukan transaksi penjualan kredit bermasalah dan penghapusan pajak, pemerintah juga selalu menganakemaskan Bank BCA dari jerat hukum. Salah satunya soal kasus BLBI yang ada di Bank BCA tidak pernah tersentuh. Artinya, pemerintah selalu melindungi bank tersebut. Atas tindakan tersebut, diduga pemerintah mengalami kerugian cukup besar.

Jadi, bukan hanya penghapusan pajak saja yang terjadi di Bank BCA. Tapi, kerugian negara akibat menyelamatkan BCA pun nilainya cukup besar, ujar Direktur Center for Banking Crisis (CBC) Deni Daruri sebagaimana dikutip dari Harian Rakyat Merdeka.

Sekretaris perusahaan Bank BCA Raymon Yomarto menampik tudingan bahwa pihaknya telah menggelapkan pajak. Ia mengatakan, selama ini Bank BCA selaku bank swasta telah melakukan pembayaran pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan yang ada. Ini bisa dibuktikan dari hasil audit yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Siddharta, Siddharta & Widjaja, tandasnya.

Jahja menambahkan bahwa pada 1998 silam, Bank BCA pernah dinyatakan sebagai Bank Take Over (BTO) karena mengalami kerugian fiskal sebesar Rp 29,17 triliun. Langkah rekapitulasi juga sudah dilakukan sehingga pemerintah saat itu menguasai 92,8 persen saham BCA. Dengan jual beli tersebut maka hasil recovery dan penjualan atau restrukturisasi kredit terkait, telah menjadi milik BPPN sepenuhnya dan bukan lagi melekat di BCA.

Dan, sesuai Pasal 6 ayat (3) UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, Keputusan Menteri Keuangan No. 117 Tahun 1999 dan Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 31 Tahun 1999, Bank BCA dapat menggunakan kerugian fiskal tersebut sebagai kompensasi kerugian (tax loss carry forward) yang berlaku selama 5 tahun.

Artinya, Bank BCA dapat menggunakan Kompensasi kerugian tersebut terhadap keuntungan yang diperoleh mulai dari 1999 hingga 2003 dalam menghitung kewajiban pajaknya.

Namun, bukan berarti langkah Bank BCA ini lepas dari pantauan Ditjen Pajak. Pada 6 September 1999 dan 18 September 2002, Dirjen Pajak melakukan pemeriksaan. Hasilnya, ada beberapa koreksi-koreksi terutama terkait dengan penjualan aset/pinjaman yang terafiliasi atau macet kepada BPPN.

Atas hasil koreksi tersebut, Sebagian kami terima dan sebagian lagi kami mengajukan keberatan kepada Kantor Pajak. Dari keberatan yang kami ajukan, sebagian telah mendapatkan persetujuan dari Dirjen Pajak dan sebagian lagi tidak memperoleh persetujuan, tutur Jahja.

Dari bagian yang tidak disetujui untuk tahun pajak 1998, pihak Bank BCA telah mengajukan banding ke Pengadilan Pajak. Dan, pengadilan telah menerima banding tersebut. Selanjutnya, Dirjen Pajak telah menerbitkan penetapan sebagai pelaksanaan putusan pengadilan tersebut, sehingga tax loss carry forward Bank BCA menjadi Rp 22,2 triliun dari posisi semula Rp 29,17 trilliun.

Setelah digunakan sebagai Kompensasi Kerugian, pada akhir 2003 Bank BCA masih memiliki sisa tax loss carry forward sebesar Rp 7,81 triliun. Sisa tersebut tidak dapat digunakan lagi setalah 2003 karena melebihi waktu 5 tahun. Namun Jahja tidak menyampaikan apakah tax loss carry forward sebesar Rp 7,81 triliun itu sudah diselesaikan atau belum.

Masih di MA
Sebelumnya, Dirjen Pajak Darmin Nasution mengatakan bahwa masalah pajak BCA tersebut saat ini sedang ditangani oleh Mahkamah Agung (MA). Itu artinya Ditjen Pajak tidak menyetujui atau mengakui kerugian dia, karena mengalihkan dana menjual NPL dari bank itu ke BPPN. Karena tidak menyetujui, terjadilah gugat menggugat ke pengadilan. Saat ini haknya ada di MA, tutur Darmin usai jumpa pers di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (14/5).

Darmin menegaskan bahwa pihaknya juga sedang mempelajari lagi kasus ini secara cermat. Kasus ini kan menyangkut kompensasi kerugian dimana pada waktu rekapitalisasi BCA, ia mempunyai hak untuk menikmati kompensasi kerugian. Jumlahnya belum pasti, kita sedang mereview secara cermat supaya angkanya jangan simpang siur. Ini sedang kita pelajari, katanya.

Darmin juga mengaku belum bisa menjelaskan mengenai keringanan pajak yang didapat Bank BCA ketika menjual NPL-nya. Nanti dululah kita belum bisa jawab, kita cermati dulu, tambahnya.

Sabtu, 28 September 2013

Keunggulan Bank BCA



Sebagai bank transaksional, BCA menawarkan rangkaian jasa yang luas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik para nasabah kami. Sebagai lembaga intermediari keuangan, BCA telah bekerja keras untuk memperkuat sisi kredit dengan mempersiapkan berbagai paket yang menarik bagi nasabah yang potensial. Kami memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi kunci keberhasilan kami dalam menyediakan jasa-jasa yang berguna, efisien dan mudah. Keunggulan-keunggulan ini adalah:
Tim manajemen yang sangat profesional yang selalu mengikuti kebijakan dan regulasi perbankan nasional dan internasional; Sumber daya manusia (SDM) yang terlatih baik dan berorientasi pada pelayanan bagi nasabah; Rangkaian produk dan jasa yang inovatif dan memenuhi kebutuhan yang aktual. Pemanfaatan teknologi paling mutakhir secara tepat:
  1. Upaya yang terus-menerus dalam mempertahankan tingkat pengamanan perbankan yang paling tinggi.
  2. Jaringan yang luas dari kantor cabang dan kantor cabang pembantu di seluruh Indonesia.
  3. Pilihan saluran penghantaran (delivery channel) yang luas untuk mencapai tingkat kenyamanan pelanggan yang maksimum, dan Per 31 Desember 2008 telah memiliki sekitar 5.997 ATM tunai maupun non-tunai serta ATM Setoran Tunai yang disediakan di berbagai lokasi strategis di seluruh Indonesia.
  4. Produk dan Jasa. Seiring dengan tujuan kami untuk menjadi pilihan pertama dalam perbankan transaksional, kami telah terus-menerus bekerja untuk memperluas ragam produk, jasa dan saluran penghantar. Kami juga telah memastikan bahwa masing-masing produk dan jasa kami unggul di kalangan nasabah karena kualitasnya yang tinggi serta profesionalisme karyawan kami yang bertugas melayani nasabah.
Dalam mengembangkan produk dan jasa yang kami tawarkan, kami selalu mempertimbangkan kebutuhan nasabah yang selalu berubah. Lebih jauh lagi, kami terus menyempurnakan setiap produk atau jasa kami dengan menambahkan berbagai fitur baru untuk meningkatkan kenyamanan nasabah dalam menggunakannya. Semakin banyak fasilitas kami sediakan di ATM, KlikBCA Individual Internet banking, m-BCA mobile banking, dan sebagainya.
Bagi komunitas bisnis, terutama para pelaku UKM, kami menyediakan jajaran produk dan jasa yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mereka. Produk dan jasa ini, antara lain, adalah KlikBCA Bisnis dan BCA Bizz (di lokasi-lokasi tertentu). Kami juga menyediakan berbagai jenis produk kredit untuk memenuhi keperluan pelanggan, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BCA, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BCA dan kredit-kredit korporasi.

Jenis Nama Produk dan Jasa
Simpanan: Rekening TAHAPAN, Rekening TAPRES, Rekening Giro, Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito.

Kartu Kredit:
BCA Card, BCA Master Card, BCA Visa, BCA JCB
Perbankan Elektronik: ATM BCA, Debit BCA, Tunai BCA, klikBCA Internet banking, m-BCA mobile banking, BCA Link, Call Center.

Layanan Transaksi Perbankan: Safe Deposit Box (SDB), Pengiriman Uang, Travelers Cheques, Inkaso dan Kliring, mata uang asing.

Fasilitas Kredit: KPR, KKB, Kredit Modal Kerja, Kredit Sindikasi, Kredit Ekspor, Trust Receipt, Kredit Investasi.

Bank Garansi: Bid bond, Payment Bond, Advance Payment Bond, Performance Bond, dan Pusat Pengelolaan Pembebasan dan Pengembalian Bea Masuk (P4BM).
Fasilitas Ekspor-Impor: LC, Negosiasi, Bill Discounting, Documentary Collections, Bankers Acceptance.
Fasilitas Valuta Asing: Spot, Forward, Swap, dan produk derivative lain

Teknologi
BCA dapat berbangga hati atas pemakaian teknologi yang strategis, dan penggunaan teknologi yang canggih secara tepat telah menjadi unsur penting dalam kekuatan kompetitif kami.
Berkat adopsi teknologi yang sangat selektif, kami telah diakui baik di tingkat nasional maupun internasional sebagai pemimpin dalam aplikasi teknologi. Keputusan kami dalam melakukan pemilihan teknologi selalu didasarkan pada visi kami sebagai bank transaksional terkemuka. Itulah sebabnya fokus kami adalah pada upaya memaksimalkan efisiensi operasional dan menyempurnakan pelayanan kami pada nasabah. Kami juga menggunakan teknologi untuk mendukung tresuri, pengelolaan risiko dan pengembangan saluran penghantaran yang terus-menerus kami lakukan.

Kontinuitas Bisnis
Sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Bank Indonesia, kami telah memperkuat dan merelokasikan Disaster Recovery Center (DRC) kami ke sebuah lokasi di luar negeri dengan bantuan salah satu penyedia TI terbesar di dunia.

Pengamanan (Security)
Untuk memastikan bahwa kami mengimplementasikan sistem pengamanan yang sebaik mungkin, kami memanfaatkan jasa TruSecure Corporation, sebuah perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat. Perusahaan konsultan pengamanan ini secara teratur mengevaluasi pengamanan sistem kami dan memberikan rekomendasi untuk tindakan-tindakan penyempurnaan yang perlu diambil. Perusahaan ini juga akan memberikan sertifikat kepada BCA selama mereka merasa puas dengan usaha kami dalam memastikan bahwa sistem kami memiliki tingkat pengamanan yang tertinggi yang mungkin dicapai.

Jaringan Kami
Dengan memanfaatkan teknologi dan sumber daya manusia yang sangat terlatih, BCA telah berhasil memperluas jaringannya—baik jaringan konvensional maupun elektronis—untuk memberikan pengalaman perbankan yang paling nyaman bagi para nasabah.
Di tanggal 31 Desember 2008, para nasabah kami dapat menghubungi 844 kantor cabang di seluruh Indonesia di samping dua kantor perwakilan di Hong Kong dan Singapura. Jasa-jasa khusus bagi pelanggan premium BCA Prioritas kami juga tersedia di 120 kantor cabang. Di tingkat international, kami bekerja sama dengan lebih dari 1.831 bank koresponden di 108 negara guna menyediakan jasa-jasa seperti Perintah Pembayaran (Payment Order).
Melalui pusat-pusat BCA Bizz, kami menyediakan jasa-jasa yang unik untuk memenuhi keperluan para pemilik usaha, seperti penyetoran uang tunai sesudah toko-toko mereka tutup serta jasa untuk mengambil atau mengantarkan uang tunai.
Saat ini, sejumlah BCA Bizz telah diresmikan di pusat-pusat perdagangan dan bisnis di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang. Di masa datang, pusat-pusat BCA Bizz baru akan menyusul.
Sementara itu, kartu-kartu kredit BCA juga diterima di seluruh Indonesia juga di jutaan tempat di seluruh dunia. Kartu kredit BCA memiliki berbagai fitur yang lengkap seperti Cicilan BCA yang memungkinkan pemegang kartu untuk mendapatkan semua barang/jasa yang diinginkan dengan cicilan tetap sesuai dengan kemampuan berbelanja. Juga Reward BCA dimana setiap transaksi dengan Kartu Kredit BCA kapanpun dan di manapun, pemegang kartu akan mendapat reward rupiah yang bisa ditukarkan langsung dengan berbagai barang yang dibutuhkan. Kemudian fasilitas AutoPay BCA yang akan membereskan beragam tagihan rutin seperti tagihan listrik, telepon, asuransi dan sebagainya. Belum lagi ditambah dengan berbagai penawaran menarik yang sangat menguntungkan.

Jumat, 27 September 2013

Segmentasi, Targeting dan Diferensiasi Pasar Bank BCA


Segmentasi Bank BCA
Menurut Rambat Lupiyoadi (2001;58), bahwa segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang dibedakan menurut kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku, yang mungkin membutuhkan produk yang berbeda.
Dalam hal ini Bank BCA melakukan segmentasi dengan  membidik nasabah yang membutuhkan jasa perbankan sebagai contoh simpan pinjam. Selain itu juga, BCA melakukan creative destruction dalam rangka mempertahankan sustainability-nya, dengan cara memfokuskan diri pada kegiatan funding di mass-market banking dan memilih untuk tidak bergerak agresif dalam ekspansi kredit di coporate banking. Namun langkah ini banyak yang menganggap kurang tepat. Karena pada saat itu banyak bank yang melakukan kegiatan dalam ekspansi kredit di corporate banking dan  segmen ini merupakan kegiatan yang membutuhkan dana besar untuk menyediakan jaringan yang luas namun juga dalam membangun banking-minded.
Tetapi berkat keyakinan yang kuat bahwa dalam jangka panjang mass-market banking akan tumbuh sebagai segmen yang menguntungkan, BCA tidak mau setengah-setengah menggarap sector ini. Ini dapat dilihat dari langkah BCA membentuk divisi coustemer banking, yang akan menjadi tulang punggung dari aktivitas-aktivitas mass-market banking BCA. Devinisi ini kemudian menyusun berbagai perioritas kegiatan yang mencangkup empat aspek jaringan yang kuat :
1.      membangun teknologi yang kuat
2.       membangun produk perbankan yang beroretasi pada masyarakat luas,
3.      membangun konsep pemasaran dan promosi yang bersifat massal,dan
4.      mengembangkan dan menyempurnakan layanan
dan hasil segmentasi ini, BCA berhasil untuk melakukannya dan pada saat krisis pun BCA tidak mengalami goncangan.
Positioning dan Diferensiasi Bank BCA 
 
Setelah perusahaan melakukan segmentasi maka langkah selanjutnya perusahaan melakukan positioning atau memposisikannya dalam segmen tersebut. Positioning merupakan cakupan rancangan dan penawaran citra perusahaan agar target pasar mengetahui dan menganggap penting posisi perusahaan dimata pesaing.
Menurut Kotler (2001;58), setidaknya ada tiga langkah dalam melakukan positioning yaitu:
1.      Mengenali keunggulan-keunggulan yang mungkin dapat ditampilkan dalam hubungan dengan pesaing
2.      Memilih keunggulan-keunggulan yang paling kuat atau menonjol
3.      Menyampaikan keunggulan itu secara efektif kepada target pasar.
Menurut Rambat Lupiyoadi (2001; 71), contoh keunggulan untuk jasa perbankan adalah :
·         keamanan financial,
·         kenyamanan,
·         cepat dan menyenangkan,
·         tingkat bunga kredit murah,
·         proses kredit yang sederhana,
·         layanan secara pribadi,
·         bimbingan investasi,
·         ketersediaan kredit,
·         tempat parker yang luas,
·         menguntungkan bagi nasabah,
·         pelayanan yang memuaskan,
·         jaringan yang luas dan teknologi yang modern.
Dengan penjelasan tadi tentu Bank BCA mempunyai keunggulan atau diferensiasi yang sangat berbeda pula yaitu diantaranya menawarkan bunga simpanan yang rendah, bahkan yang terendah di antara bank-bank nasional dan memberikan peluang kepada para penabungnya untuk mendapatkan hadiah besar dengan melalui Gebyar Tahapan BCA. Tentu hal ini sangat menarik perhatian bagi para nasabah untuk meningkatkan jumlah tabungannya dan meningkatkan peminat yang mau menabung di Bank BCA.

Kamis, 26 September 2013

Strategi Pemasaran Bank BCA



       Strategi pemasaran Bank BCA merupakan salah satu kunci keberhasilan bank swasta terbesar di Indonesia tersebut. Bank Central Asia didirikan pada 21 Februari 1957 dengan nama yang dipilih Bank Central Asia NV, perusahaan ini pernah menjadi bagian penting dari Grup Salim. Banyak hal yang telah dilalui sejak saat berdirinya bak tersebut.
         
         Hal yang paling signifikan dialami adalah pada saat krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997 lalu. Dimana krisis ini telah membawa dampak yang cukup luar biasa terhadap keseluruhan sistem perbankan yang ada di Indonesia.Secara lebih spesifik, kondis krisis tersebut mempengaruhi aliran dana tunai di internal BCA dan bahkan telah sempat mengancam kelanjutan dari bank tersebut. Banyak nasabah yang menjadi panik selanjtnya beramai-ramai menarik dana milik mereka. Akibatnya, bank BCA terpaksa meminta bantuan kepada pihak pemerintah Indonesia.
         
         Badan Penyehatan Perbankan Nasional atau BPPN selanjutnya mengambil alih BCA pada tahun 1998. Namun berkat kebijaksanaan bisnis BCA dan pengambilan keputusan yang tepat, bank BCA berhasil pulih kembali dari krisis pada tahun yang sama.
          
            Selanjutnya pada bulan Desember 1998, dana pihak ke tiga dari bank BCA telah kembali ke tingkat yang sama saat sebelum krisis. Strategi pemasaran bank BCA merupakan strategi yang cukup kreatif dan inovatif sehingga mengantarkan bank swasta terbesar di Indonesia tersebut meraih berbagai bentuk penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu keunggulan strategi pemasaran bank BCA yang cukup inovatif saat ini adalah melakukan kombinasi inovasi teknologi dengan berbagai aktivitas perbankan dan kegiatan kemudahan aktivitas kehidupan lainnya.
       
        Bank BCA bisa dikatakan sebagai bank terbaik yang menyajikan layanan electronic money yang memuaskan pelanggan. Berbagai layanan inovasi produk perbankan yang dikombinasikan dengan teknologi selalu dihadirkan oleh BCA untuk mempermudah para nasabahnya.

        Berbagai produk perbankan yang dikombinasikan dengan inovasi teknologi tersebut diantaranya adalah; BCA Mobile sebagai layanan akses perbankan elektronik m-BCA dan juga klik BCA melalui fasilitas smartphone, bank online pertama yang ada di Indonesia pada tahun 1990, menjadi bank pertama yang menyediakan bentuk pembayaran secara online melalui fasilita ATM di tahun 1996, layanan klikpay BCA dan sebagainya.

          Strategi pemasaran bank BCA lainnya yang cukup bombastis adalah upaya promosi besar-besaran yang selalu dilakukan setiap saat, baik melalui iklan, sistem kerjasama, even promo dan sebagainya. Gebyar BCA yang sampai saat ini masih terus menjadi tayangan rutin di salah satu televisi swasta membuktikan komitmen dari pihak bank BCA untuk selalu melakukan upaya promosi yang maksimal kepada para konsumen.

            Berbagai even atau kerjasama juga dilakukan oleh pihak bank BCA, diantaranya adalah join dengan pihak Pos Indonesia, mendukung industri pupuk Indonesia, perusahaan pakaian berkelas dan sebagainya. Upaya promosi sebagai bagian dari strategi pemasaran bank BCA juga dilakukan dengan membuat even gebyar hadiah BCA dengan hadiah langsung berupa mobil mewah. Bank BCA juga selalu kreatif memberikan berbagai kemudahan bagi para penggunanya mulai dari kemudahan isi pulsa, berbelanja, liburan dan sebagainya.

          Berbagai bentuk kejasama yang dilakukan oleh Bank BCA semakin memunculkan berbagai bentuk kemudahaan aktivitas dan gaya hidup para nasabahnya. Hal ini tentu akan membuat banyak orang tertarik menjadi nasabah BCA karena berbagai bentuk kemudahan yang ditawarkan. Strategi pemasaran bank BCA dengan cara ini menekankan pada pelayanan yang utama kepada para nasabahnya.